Minggu, 31 Mei 2015

Bimbingan Lanjutan Dasar 2



MEMULAI HIDUP BARU DALAM PERSEKUTUAN DENGAN KRISTUS


Setiap orang Kristen dapat mengalami persekutuan dengan Tuhan dari saat ke saat, jika ia belajar mengakui dosa-dosanya. Hidup di dalam persekutuan dengan Kristus ialah hidup yang penuh kelimpahan. Hal ini hanya dimungkinkan bila ia mau terus menjaga kekudusan hubungannya dengan Tuhan.

PERSEKUTUAN DENGAN KRISTUS
Saat kamu menerima Kristus, kamu memulai suatu hubungan pribadi dengan Dia dan kamu menjadi anak Alla (Yohanes 1:12). Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan adalah, “Apa yang terjadi jika saya berdosa dan berbuat hal-hal yang tidak menyenangkan Allah? Apakah hubungan saya akan terputus? Apakah Yesus akan meninggalkan saya?”  Jawaban atas pertanyaan itu dapat dimengerti jika kita dapat membedakan antara hubungan dan persekutuan kita dengan Tuhan.

HUBUNGAN
Kita dapat mengumpamakan perbedaan antara hubungan dan persekutuan kita denganTuhan melalui hubungan antara anak dan ayah dalam satu keluarga. Jika seseorang anak dilahirkan didalam sebuah keluarga, maka ia adalah anak sang ayah dalam keluarga itu, karena ia memiliki kehidupan ayahnya dalam hidupnya.
Jika misalnya si anak memutuskan untuk meninggalkan rumah dan berbuat hal-hal yang tidak menyenangkan ayahnya, apakah ia tetap sebagai anak ayah itu? Hubungan antara ayah dan anak itu tetap. Hubungan ini tidak tergantung pada keadaan si anak, apakah ia seorang yang baik atau jahat.

PERSEKUTUAN
Namun, apa yang terjadi dengan persekutuan mereka? Karena tindakan si anak, persekutuan mereka rusak. Apa yang harus dilakukan si anak untuk memperbaiki persekutuan itu? Anak itu harus dating kepada ayahnya, mengakui kesalahan, dan mohon pengampunan. Sekarang, mari kita lihat hubungan kita dengan Tuhan. Kita adalah anak-anak-Nya dan hubungan ini tidak pernah berubah. Namun, jika kita berdosa atau berbuat hal-hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan, persekutuan kita dengan-Nya rusak. Agar persekutuan kita dengan Tuhan dapat diperbaiki lagi, kita harus mengaku bahwa kita telah berdosa dan mohon pengampunan-Nya. Kita dapat melukiskan perbedaan antara hubungan dan persekutuan kita dengan Tuhan, melalui gambar berikut.




1.       Bacalah 1 Korintus 2:14
Siapakah yang digambarkan dalam ayat ini?.....


Bagaimanakah orang ini digambarkan?.....





Sesungguhnya orang duniawi bukanlah orang Kristen, karena dia belum atau tidak memiliki Kristus dalam hidupnya. Dari sisi hubungan dengan Kristus orang duniawi ini:
Hubungan dengan Kristus…..
       Persekutuan dengan Kristus…..

2.       Bacalah 1 Korintus 2:15-16
Siapakah yang digambarkan dalam ayat ini?.....

Bagaimanakah orang ini digambarkan?....

Orang Kristen rohani adalah mereka yang sudah memiliki Kristus dan merelakan hidupnya untuk dipimpin dan dikuasai oleh Kristus. Dari sisi hubungan dengan Kristus, orang Kristen rohani:
Hubungan dengan Kristus: ….
Persekutuan dengan Kristus: …..

3.       Bacalah 1 Korintus 3:1-3
Siapakah yang digambarkan dalam ayat ini?....


Bagaimanakah orang ini digambarkan? ….

Orang Kristen duniawi adalah orang Kristen yang hidupnya dikuasai oleh dirinya sendiri disebabkan karena dosa. Dalam hubungannya dengan Kristus, orang Kristen yang bertabiat duniawi:
Hubungan dengan Kristus:
Persekutuan dengan Kristus:

4.       Bacalah Efesus 4:17-19
Apakah yang diperintahkan Tuhan dalam ayat-ayat ini?


Apakah akibatnya jika kita terus hidup jauh dari persekutuan dengan Tuhan?



Meskipun dosa-dosa orang Kristen telah ditebus oleh Kristus di kayu salib, namun akibat dosa yang diperbuat orang Kristen harus dipikul di didunia ini. Pencuri dan pembunuh akan masuk penjara, pendusta tidak akan dipercaya; semua itu merupakan akibat dosa. Selain itu, dosa merusak persekutuan kita dengan Allah.

5.       Bacalah 1 Yohanes 1:9
Apakah yang harus kita perbuat dengan dosa-dosa kita? Apa akibatnya?



MEMULIHKAN PERSEKUTUAN
Orang Kristen yang masih memiliki tabiat duniawi dapat memperbaiki persekutuannya dengan Allah dengan cara mengakui dosa-dosanya. Ia perlu memahami dengan benar apa yang dimaksud dengan mengaku dosa. Kata “Mengaku” yang terdapat di dalam 1 Yohanes 1:9 sesungguhnya mencakup 3 dasar yang harus diimani seseorang ketika mengaku dosa:
1.       Setuju:  “mengaku”  kita setuju dan menyesal bahwa apa yang telah kita perbuat salah
2.       Bersyukur: “mengaku” kita beriman bahwa apa yang kita akui diampuni berdasarkan pengorbanan-Nya di atas kayu salib, sehingga hati kita dilimpahi ucapan syukur.
3.       Bertobat: “mengaku” bertekad untuk memperbaiki kelakuan.
Orang-orang Kristen harus menyadari bahwa apabila ia jatuh kedalam dosa dan mengambil alih kembali kekuasaan dalam hidupnya, ia harus segera mengakui dosanya itu agar Tuhan segera memulihkan kembali persekutuan-Nya dengan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar