Hubungan Berbeda Ras/Etnis, Bolehkah?
Berbagai masalah akan muncul dalam setiap langkah kaki kita ketika kita masih hidup. Masalah hadir atas kehendak-Nya, saya percaya itu. Tuhan yang mengizinkan masalah hadir dalam kehidupan kita. Melalui setiap masalah yang hadir kita sebagai ciptaan-Nya diproses ke arah yang lebih baik.
Saya adalah seorang Pria yang sedang memperjuangkan cinta saya buat wanita yang saya cintai. Masalah yang sedang saya hadapi saat ini menyangkut tentang hubungan saya dengan kekasih saya yang terhambat dengan masalah Ras/Etnis. Saya tidak sendiri, pasangan saya hadir menemani saya. Karena dengan cinta, semangat dan kesetiaannya sangat memberikan saya kekuatan dan dorongan untuk berjuang membawa hubungan kami ke arah yang lebih baik. Saya dan dia berusaha untuk menyelesaikan masalah ini. Ya, kami berdua berjuang untuk cinta kami.
Masalah perbedaan etnis/ras merupakan masalah klasik dalam sebuah hubungan yang sifatnya abadi, tidak lekang oleh waktu.
Pada dasarnya Tuhan tidak pernah membeda-bedakan seseorang berdasarkan suku dan etnisnya. Tuhan hanyalah melihat hati manusia.
Alkitab mengajarkan kalau dalam Yesus tidak ada perbedaan ras/ etnis.
“...dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang sakit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” (Kolose 3:11)
Jadi jika kita lihat dari ayat ini jelas, memiliki pasangan yang berbeda ras/etnis menurut saya itu tidak salah. Asalkan satu dalam Kristus, ras/etnis apapun sama berharganya di hadapan Tuhan.
Lalu kalau begitu, mengapa terdapat berbagai masalah berkaitan dengan berpacaran dengan yang berbeda suku atau etnis?
Mari melihat lebih awal, perbedaan suku atau etnis itu pada dasarnya tergantung kepada yang bersangkutan efeknya.
Perbedaan suku atau etnis tersebut berpengaruh besar kepada cara pandang, kedewasaan diri, dan kemampuan berkomitmen seseorang, apalagi pada imannya kepada Kristus; dengan demikian perbedaan suku atau etnis ini adalah faktor penting yang harus diperhitungkan pasangan dalam menjalin sebuah hubungan.
Saya sadari latar belakang keluarga mengambil peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seseorang.
Latar belakang keluarga (termasuk di dalamnya faktor suku atau etnis ini) kemudian digabungkan dengan tingkat pendidikan, pengalaman hidup, dan pergaulan sosial yang dimiliki seseorang yang pada akhirnya membentuk diri seseorang. Walaupun bukan faktor satu-satunya yang berperan dalam pembentukan diri seseorang tapi saya sadari bahwa faktor ini adalah faktor yang cukup penting.
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dari berbagai macam suku bangsa, walaupun begitu perbedaan ras/etnis ini tidak selalu disambut dengan dengan baik disini. Jika mau dilihat dari segi perbedaan, semakin banyaknya perbedaan yang ada antara seseorang dengan pasangannya akan membuat tingkat penyesuaian (adaptasi) di antara keduanya semakin besar pula. Adaptasi atau penyesuaian dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda akan memakan waktu yang lebih lama. Saya dan pasangan saya harus siap dengan segala konsekuensi karena perbedaan yang ada. tapi penting untuk dicatat adalah bagaimana kita melihat perbedaan yang ada sebagai alat penyatu. Dibutuhkan banyak pengertian, kesabaran dan toleransi baik dalam hubungan ini supaya perbedaan Ras/etnis tidak jadi masalah besar, tapi membuat hubungan saya, pasangan saya, dan keluarga kami jadi tambah dekat. Saya harus tetap bersikap hormat pada keluarga pasangan saya bagaimanapun negatifnya sorotan yang muncul, dan terus tunjukkan bahwa hubungan kami didasarkan pada cinta dan ketulusan. Kami berharap dengan pertolongan Tuhan lama-kelamaan pihak keluarga pasangan saya akhirnya dapat menerima saya. Dan untuk itu saya perlu bersabar dan tidak mudah putus asa.
Bagi saya Kunci sebuah hubungan adalah kemampuan untuk menerima pasangan apa adanya, melakukan adaptasi antara keduanya, mampu memecahkan konflik yang timbul, menjaga komunikasi dan hubungan tetap hangat dan kuat.
Di atas semuanya, seperti Kristus juga ingin menyelamatkan semua bangsa, semua suku, tanpa pandang bulu; Ia juga tidak membawa perbedaan bagi bangsa dan suku.
Jika memang adalah kehendak-Nya untuk mempersatukan dua orang yang berbeda suku ataupun etnis, maka saya cukup yakin bahwa hambatan yang muncul apapun itu akan dapat diatasi dengan baik. Sebaliknya, jika memang bukan kehendak-Nya suatu hubungan dapat terbentuk, sekalipun tanpa perbedaan suku atau etnis akan tidak terbentuk juga.
Kita harus yakin, bahwa memang si dia adalah pasangan yang sepadan dan bersamanya kita dapat mencapai visi dan misi yang Tuhan tetapkan bagi kita; Memang tidak mudah dalam hal ini. Membutuhkan waktu. Makanya ada namanya masa pacaran Karena memang berpacaran adalah sarana untuk mencapai pernikahan, dan pernikahan tujuan akhirnya adalah membantu saya dan pasangan mencapai visi dan misi yang Tuhan tetapkan dengan lebih baik lagi.
Kepada teman-teman pembaca jika kalian mengalami masalah yang serupa dengan saya saat ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk terus melibatkan Tuhan dalam setiap masalah yang kita hadapi. Saat saya dan teman-teman memprioritaskan Tuhan, masalah apapun yang kita hadapi, jalan keluar pasti akan selalu kita temukan dengan bimbingan-Nya. Dengan hati yang senantiasa dipenuhi oleh kasih akan Tuhan, saya percaya saya dan teman-teman akan sanggup mengasihi pasangan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Biarlah Kasih dari Yesus sendiri terpancar dalam hubungan saya dan pasangan saya. Sekian. God Bless. (EL)